Showing posts with label Seks. Show all posts
Showing posts with label Seks. Show all posts

Sunday, October 9, 2016

Enam Faktor yang menentukan ukuran penis pada setiap pria









Setiap pria menginginkan ukuran penis yang besar untuk dapat memuaskan pasangan hidupnya. Seperti yang diketahui, penis memiliki ukuran yang berbeda-beda pada tiap pria.
Terdapat beberapa faktor yang menentukan ukuran penis  yakni:
  1. Genetik
Genetik merupakan faktor yang tidak dapat dimodifikasi atau diubah. Perlu diketahui bahwa faktor genetik ini berasal dari kedua belah pihak, yaitu ayah dan ibu atau campuran keduanya. Namun hal ini tidak dapat menjamin hal tersebut, karena banyak faktor lain yang mempengaruhi ukuran penis itu sendiri.
  1. Etnik atau Ras
Ukuran  bervariasi berdasarkan etnik. Penelitian yang dilakukan membuktikan bahwa penis terpendek dimiliki populasi pria di Asia Timur dan Tenggara, sedangkan yang terpanjang ditemukan di Amerika Selatan seperti Venezuela dan Kolombia serta negara-negara Afrika seperti Sudan.
  1. Hormon
Hormon yang bertanggung jawab dalam menentukan ukuran penis adalah hormon testosteron. Ereksi terjadi ketika pembuluh darah di sekitar penis terisi oleh darah. Testosteron dipercaya meningkatkan volume darah, sehingga ukuran penis dapat meningkat sementara saat ereksi karena banyaknya volume darah yang mengisi pembuluh darah sekitar penis.
  1. Kebiasaan
Hindari penggunaan celana dalam yang terlalu ketat, karena hal ini akan mempengaruhi peredaran darah di sekitar penis. Aliran darah yang baik akan mengisi penis ketika ereksi. Jika terdapat sumbatan, makan ukuran penis akan tidak maksimal. Selain itu, merokok juga dapat merusak pembuluh darah di sekitar penis sehingga menghambat peredarah darah. Di samping itu, rokok juga merusak elastin yang berperan penting saat ereksi. 
  1. Suplemen penambah stamina
Beberapa suplemen dipercaya efektif menambah ukuran dengan meningkatkan aliran darah di penis dan produksi homron testosteron. Salah satu contoh suplemen yang dipercaya mampu meningkatkan ukuran penis adalah omega-3. Namun Anda harus berhati-hati dalam memilih suplemen, karena banyak yang berbahaya bagi kesehatan.
  1. Diet
Konsumsi makanan bergizi dipercaya dapat memperlebar pembuluh darah, sehingga dapat menambah ukuran penis. Contoh makanan yang dapat memperlebar pembuluh darah adalah brokoli, kentang, tomat, wortel, salmon, telur, susu, tuna dan hati. Di samping itu, makanan yang mengandung vitamin E, zink dan selenium dipercaya mampu meningkatkan kesehatan reproduksi pria. Makanan kaya serat juga penting untuk mengurangi timbunan lemak yang menghambat pembuluh darah di daerah penis.
Sumber : www.klikdokter.com

Mengatasi penis yang ereksi namun mudah lemas kembali

Pada saat ereksi, aliran darah memenuhi bagian penis yang berongga sehingga penis menjadi lebih tegang dan besar. Hal ini adalah normal. Ukuran keliling penis dapat mencapi 8-9 cm pada saat ereksi. Sedangkan bila sedang tidak ereksi maka bagian penis yang tidak berongga tidak diisi aliran darah sehingga tidak menegang dan tidak menjadi lebih besar.
Apakah Anda ejakulasi setelah beberapa bergesekan, sesaat setelah penis masuk ke dalam vagina, atau bahkan saat baru saja bersentuhan/belum menyentuh alat kelamin wanita? Jika Anda mengalami beberapa hal yang disebutkan, maka Anda kemungkinan mengalami ejakulasi dini.
Ejakulasi dini memiliki definisi ejakulasi yang berulang, sering, atau menetap dengan stimulasi yang minimal, sebelum, saat, atau sesaat setelah penetrasi, dan sebelum saat yang diinginkan, oleh karena tidak mampu mengendalikannya yang kemudian menyebabkan ketidakpuasan pada pasangan, rasa terganggu, dan rasa tertekan. Tidak ada batasan waktu tertentu mengenai lamanya waktu yang dibutuhkan seseorang untuk ejakulasi. Ada pria yang ejakulasi dalam waktu 1 menit, namun tidak merasa terganggu karena pasangannya tetap terpuaskan, sementara ada pria lain yang ejakulasi dalam 10 menit namun tetap merasa mengalami ejakulasi dini karena tidak mampu memuaskan pasangannya. 
Image Credit : tipstren.pojoksatu.id

Anda sebaiknya mengenali penyebab ejakulasi dini yang terjadi agar dapat ditatalaksana dengan baik. Penyebab ejakulasi dini dapat bermacam-macam, dan perlu ditelusuri dengan wawancara medis.
Beberapa tips yang dapat dilakukan untuk mengatasi ejakulasi dini adalah:
  1. Cobalah untuk lebih santai ketika melakukan hubungan intim. Hindari kondisi dikejar deadline atau perasaan ‘harus segera selesai’ ketika melakukannya. Tariklah napas dalam-dalam atau lakukan teknik relaksasi terlebih dahulu
  2. Carilah posisi yang nyaman. Posisi ‘woman on top’ akan lebih nyaman untuk pria
  3. Jangan menggunakan alkohol atau obat-obatan terlarang ketika akan berhubungan seksual
  4. Berlatihlah senam kegel untuk membantu mengencangkan otot panggul dan mengontrol ejakulasi dini
  5. Beberapa jenis terapi dapat diberikan bagi mereka dengan ejakulasi dini:
    • Terapi seksual Terapi seksual dalam hal ini adalah berlatih mengendalikan ejakulasi dini dengan melakukan masturbasi. Dengan teknik masturbasi yang sesuai, tidak terlalu terburu-buru, sensitivitas dan respon terhadap suatu rangsangan seksual dapat dikendalikan. Melakukan masturbasi 1-2 jam sebelum hubungan seksual juga dapat menunda ejakulasi.
    • Terapi obat Obat-obatan antidepresi dan obat bius topikal (oles) juga dapat digunakan pada keadaan ini. Namun terapi dengan obat-obatan sebaiknya didiskusikan terlebih dahulu dengan dokter
    • Psikoterapi Seperti psikoterapi untuk masalah lainnya, psikoterapi dalam hal ini bertujuan untuk mengurangi kecemasan dan stress yang dapat mempengaruhi hubungan seksual
Perlu dipahami bahwa selain beberapa tips diatas, kesehatan otak merupakan hal yang sangat penting di dalam kasus ejakulasi dini. Otak yang tidak sehat dapat mengganggu sel hormon sehingga mengurangi libido dan nafsu seksual seseorang. Kesehatan otak adalah yang paling utama, selain dari kesehatan jiwa dan fisik yang juga harus terjaga. Selain menjaga kesehatan otak, jiwa, dan fisik, jangan lupakan kebutuhan komunikasi bagi pasangan suami-istri.
Demikian yang dapat kami sampaikan, semoga bermanfaat
Sumber Rekomendasi : www.klikdokter.com

Thursday, October 6, 2016

Adakah hubungan antara ejakulasi dini dan onani ? ini dia jawabannnya yang harus anda tahu

Onani atau masturbasi merupakan suatu perangsangan seksual pada alat kelamin yang sengaja dilakukan untuk mendapatkan kepuasan seksual. Kebiasaan melakukan masturbasi bukanlah hal yang positif oleh karena itu kami tidak menganjurkan hal tersebut, terlebih jika dilakukan frekuensi yang sangat sering (hampir setiap hari).
Image Credit : http://doeniasehat.blogspot.co.id
Efek dari kebiasaan melakukan masturbasi lebih condong kepada masalah psikis dimana timbul pikiran terus-menerus untuk melakukan masturbasi atau perasaan bersalah. Selain itu, tindakan masturbasi juga dapat menyebabkan perlukaan dan peningkatan risiko infeksi pada kemaluan akibat penggunaan benda-benda yang tidak terjamin kebersihannya.
Beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mengalihkan keinginan melakukan masturbasi adalah dengan melakukan hal-hal yang lebih positif seperti dengan berolah raga, melakukan hobi-hobi anda, berpuasa, beribadah, dll. Hindarilah hal-hal yang memicu Anda untuk melakukan masturbasi.
Ejakulasi dini memiliki definisi ejakulasi yang berulang, sering, atau menetap dengan stimulasi yang minimal, sebelum, saat, atau sesaat setelah penetrasi, dan sebelum saat yang diinginkan, oleh karena tidak mampu mengendalikannya yang kemudian menyebabkan ketidakpuasan pada pasangan, rasa terganggu, dan rasa tertekan. Memang tidak ada batasan waktu dalam definisi ini, jadi selama Anda merasa ejakulasi Anda cukup memuaskan dan tidak terlampau cepat maka Anda tidak mengalami ejakulasi dini. Namun hal ini paling baik dapat diketahui setelah seseorang melakukan hubungan seksual.
Ejakulasi dini pada pria dapat disebabkan oleh psikologik (perasaan bersalah, stress, kecemasan, disfungsi ereksi), organik (gangguan organ), atau iatrogenik (karena tindakan medis). Penyebab ED sendiri paling banyak disebabkan oleh psikologis, termasuk dapat disebabkan karena perasaan bersalah ketika melakukan onani/masturbasi. Namun demikian, sebenarnya masih belum jelas hubungan antara onani dan ejakulasi dini. Bisa saja orang yang tahan lama saat onani mengalami ejakulasi dini saat berhubungan seksual. Sebaliknya, ada pria yang cepat mencapai orgasme saat onani namun justru lama mengalami orgasme saat melakukan hubungan seksual.
Jika Anda memiliki pertanyaan seputar kesehatan, silakan kirimkan pertanyaan Anda melalui fasilitas e-konsultasi dari KlikDokter.com
Demikian informasi yang dapat kami sampaikan. Semoga bermanfaat.
Rekomendasi : www.klikdokter.com

Bagaimana mengatasi ejakulasi dini ,ini dia jawaban dari para Pakarnya

Penelitian menyebutkan bahwa faktor psikologis seperti kecemasan berlebih, depresi, stres, dan rasa bersalah dapat menyebabkan ejakulasi dini. Pada beberapa kasus, gangguan kesehatan seperti gangguan keseimbangan hormonal, penyakit diabetes melitus, gangguan saraf dan pembuluh darah merupakan penyebab dasar dari ejakulasi dini.
Image Credit : http://www.caramemperbesarpenisku.com

Penelitian terbaru menyebutkan bahwa ejakulasi dini diturunkan secara genetik karena ditemukannya gen dengan nama 5-HTTLPR yang bertanggung jawab untuk jumlah dan aktivitas dari serotonin. Serotonin sendiri mengontrol terjadinya ejakulasi pada pria. Pada pria dengan ejakulasi dini, serotonin mereka kurang aktif merangsang otak untuk mengontrol kemampuan ejakulasi.
Pada beberapa kasus, ED akan membaik seiring dengan waktu dan bersamaan dengan terselesaikannya masalah emosi pria tersebut. Terapi pengobatan hanya diberikan bila memang gangguan organik atau keseimbangan hormon adalah penyebabnya.
Beberapa tips yang dapat dilakukan untuk mengatasi ejakulasi dini adalah:
  1. Cobalah untuk lebih santai ketika melakukan hubungan intim (jika Anda sudah menikah). Hindari kondisi dikejar deadline atau perasaan ‘harus segera selesai’ ketika melakukannya. Tariklah napas dalam-dalam atau lakukan teknik relaksasi terlebih dahulu
  2. Carilah posisi yang nyaman. Posisi ‘woman on top’ akan lebih nyaman untuk pria
  3. Jangan menggunakan alkohol atau obat-obatan terlarang ketika akan berhubungan seksual
  4. Berlatihlah senam kegel untuk membantu mengencangkan otot panggul dan mengontrol ejakulasi dini (Baca: Senam Kegel untuk Pria)
  5. Beberapa jenis terapi dapat diberikan bagi mereka dengan ejakulasi dini:
    • Terapi seksual Terapi seksual dalam hal ini adalah berlatih mengendalikan ejakulasi dini dengan melakukan masturbasi. Dengan teknik masturbasi yang sesuai, tidak terlalu terburu-buru, sensitivitas dan respon terhadap suatu rangsangan seksual dapat dikendalikan. Melakukan masturbasi 1-2 jam sebelum hubungan seksual juga dapat menunda ejakulasi.
    • Terapi obat Obat-obatan antidepresi dan obat bius topikal (oles) juga dapat digunakan pada keadaan ini. Namun terapi dengan obat-obatan sebaiknya didiskusikan terlebih dahulu dengan dokter
    • Psikoterapi Seperti psikoterapi untuk masalah lainnya, psikoterapi dalam hal ini bertujuan untuk mengurangi kecemasan dan stress yang dapat mempengaruhi hubungan seksual
Jika Anda masih mengalami keluhan lebih lanjut, kami sarankan agar berkonsultasi dengan dokter andrologi untuk evaluasi menyeluruh dan mendapatkan terapi yang tepat.
Jika Anda memiliki pertanyaan seputar kesehatan, silakan kirimkan pertanyaan Anda melalui fasilitas e-konsultasi dari KlikDokter.com
Demikian informasi yang dapat kami sampaikan. Semoga bermanfaat.
Rekomendasi : www.klikdokter.com

Wednesday, October 5, 2016

Frekuensi Seks Sesuaikanlah dengan kebutuhan anda

Dosis atau frekuensi melakukan hubungan seksual ternyata dapat memberikan manfaat kesehatan tersendiri. Berdasarkan penelitian, hubungan seksual yang dilakukan setidaknya sekali sehari dapat mencegah kanker prostat. Bagaimana dengan manfaat lainnya?
Dosis seks 1 kali seminggu: Selamat tinggal stres!
hubungan seksual dapat membuat tubuh melepaskan hormon oksitosin. Hormon ini berperan dalam menurunkan tekanan darah sehingga tubuh merasa lebih rileks.
Dosis seks 2 kali seminggu: Jaga tubuh tetap sehat
Berhubungan seksual setidaknya 2 kali seminggu dapat membantu meningkatkan kekebalan tubuh. Sebuah studi yang dilakukan oleh Wilkes University, Amerika Serikat, menunjukkan bahwa orang yang berhubungan seksual 1 atau 2 kali seminggu memiliki kekebalan tubuh 30% lebih tinggi.
Dosis seks 4 kali seminggu: Mencegah gangguan ereksi
Sebuah penelitian yang dipublikasikan di American Journal of Medicine menyebutkan bahwa seorang pria yang berhubungan seksual setidaknya empat kali seminggu, berisiko mengalami disfungsi ereksi 50%  lebih rendah dibandingkan dengan mereka yang lebih jarang berhubungan seksual.
Dosis seks 5 kali seminggu: Awet muda
Pelepasan testosteron, hormon seksual yang dimiliki pria, dapat menjaga kulit tetap elastis sehingga selalu terlihat awet muda. Faktanya, sebuah penelitian yang dilakukan University of Pittsburgh membuktikan bahwa seorang pria yang berhubungan seksual lebih dari 4 kali seminggu terlihat 12 tahun lebih muda.
Dosis seks 6 kali seminggu: Mengurangi timbunan lemak
Tahukah Anda, setengah jam berhubungan seksual dapat membakar kalori sebanyak 144? Bila Anda melakukannya sebanyak 6 kali dalam seminggu, hubungan seksual ini dapat membantu turunkan berat badan sebanyak 0.5 kg.
Dosis seks 7 kali seminggu: Turunkan risiko kanker
Sebuah jurnal yang dipublikasikan di Journal of the American Medical Association membuktikan bahwa seorang pria yang ejakulasi setidaknya 21 kali sebulan memiliki risiko yang lebih rendah terkena kanker prostat pada kemudian hari. Penyebab kanker memang multifaktor dan tidak ada yang dapat mengetahui secara pasti, namun dengan berhubungan seksual, setidaknya salah satu cara menghindari kanker tersebut sudah dilakukan.
Rekomendasi sumber www.klikdokter.com

Tujuh Manfaat Hubungan Intim yang harus anda ketahui

Hubungan seksual merupakan kebutuhan biologis yang tidak bisa dihindari dan tidak bisa dihilangkan dari kehidupan suami istri. Tak hanya demikian, hubungan seksual  ternyata juga memberikan berbagai manfaat bagi kesehatan bagi pasangan suami istri yang melakukannya. Berikut 7 manfaat melakukan hubungan seksual bagi pasangan suami istri:
Image Credit : obatdrboyke.com

  1. Meningkatkan sistem kekebalan tubuh
Sebuah penelitian di Wilkes University Pennsylvania menunjukkan bahwa orang yang melakukan hubungan seksual sebanyak 1-2 kali setiap minggunya akan memiliki kekebalan tubuh yang lebih tinggi dibandingkan dengan mereka yang melakukannya kurang dari itu.
  1. Meningkatkan fungsi kontrol kandung kemih
Hubungan seksual akan menstimulasi kontraksi otot-otot di sekitar rongga panggul. Kontraksi ini dibutuhkan untuk menjaga fungsi kandung kemih tetap baik dalam menahan urin.
  1. Menurunkan tekanan darah
Sebuah penelitian yang dilakukan oleh Brody S pada tahun 2006 membuktikan bahwa hubungan seksual dapat membantu menurunkan tekanan darah dan tingkat stres bagi pasangan suami istri yang melakukannya.
  1. Membakar kalori
Pembakaran kalori pada saat melakukan hubungan seksual memang tidak sebanyak saat Anda melakukan treadmill. Namun jumlah kalori yang dibakar saat hubungan seksual tetap lebih banyak dibanding saat Anda menonton televisi atau membaca buku. Pasalnya, hubungan seksual mampu membakar 5 kalori di setiap menitnya
  1. Menurunkan risiko penyakit jantung
Sebagaimana dijelaskan sebelumnya, hubungan seksual dapat menurunkan tekanan darah –salah satu faktor yang berkontribusi terhadap risiko penyakit jantung di kemudian hari. Selain itu, hubungan seksual juga dapat menjaga hormon estrogen dan testoteron tetap stabil. Dua hormon ini sangat berperan dalam menjaga kesehatan tulang dan jantung. Sebuah studi menyebutkan bahwa seorang pria yang melakukan hubungan seksual setidaknya dua kali seminggu memiliki risiko penyakit jantung setengah lebih rendah daripada mereka yang jarang melakukannya.
  1. Menurunkan risiko kanker prostat
Sebuah jurnal yang dipublikasikan pada Journal of the American Medical Association membuktikan bahwa seorang pria yang sering ejakulasi (setidaknya 21 kali sebulan) akibat melakukan hubungan seksual memiliki kemungkinan lebih rendah untuk terkena kanker prostat di kemudian hari. Penyebab kanker memang multifaktor dan tidak ada yang dapat menengetahui secara pasti. Namun dengan melakukan hubungan seksual, setidaknya Anda sudah terhindar dari salah satu faktor risikonya.
  1. Membantu tidur lebih nyenak
Orgasme akibat melakukan hubungan seksual dapat membuat tubuh mengeluarkan hormon prolactin –suatu hormon yang membuat seseorang lebih rileks dan tenang. Hormon inilah yang dibutuhkan agar seseorang dapat tidur lebih nyenyak.
Rekomendasi : www.klikdokter.com