Sunday, July 17, 2016

Tips menggoreng makanan yang sehat yang harus anda tahu



Inilah Cara Menggoreng Makanan yang Sehat 
Image Credit : ernandri.blogspot.com


Menggoreng makanan memang sering kali dilakukan guna membuat makanan tersebut memiliki cita rasa yang khusus. Pasalnya, menggoreng makanan pada umumnya dapat menghasilkan cita rasa makanan yang gurih dan nikmat sehingga sangat memanjakan lidah dan sangat sulit untuk ditolak.
Tidak heran apabila banyak yang mengatakan bahwa makanan yang digoreng ini dapat meruntuhkan niat seseorang untuk melakukan pola makan yang sehat. Namun, apakah benar bahwa makanan yang digoreng berbahaya untuk kesehatan?
Makanan yang digoreng sering kali disalahkan sebagai penyebab dari berbagai penyakit, seperti penyakit jantung koroner. Hal ini memang sudah dibuktikan oleh banyak penelitian besar yang melakukan pengamatan selama bertahun-tahun.
Makanan yang digoreng, terutama yang digoreng hingga tenggelam dalam “lautan” minyak atau digoreng menggunakan minyak goreng yang sama (jelantah) berulang-ulang, memang dapat meningkatkan kadar kolesterol jahat atau Low Density Lipoprotein (LDL) di dalam tubuh sehingga dapat meningkatkan risiko seseorang untuk menjadi kegemukan, bahkan obesitas.
Di masa yang akan datang, orang-orang tersebut akan memiliki risiko yang tinggi untuk terserang penyakit jantung koroner, serangan jantung, atau bahkan meninggal akibat serangan jantung.
Tetapi, ada sebuah penelitian di Spanyol yang melakukan pengamatan pada 40.757 orang dewasa berusia 29-69 tahun selama 11 tahun. Penelitian ini menyimpulkan bahwa ternyata minyak yang digunakan untuk menggoreng turut berperan dalam bahaya kesehatan akibat makanan yang digoreng.
Olive oil dan sunflower oil – yang banyak digunakan untuk menggoreng makanan pada orang yang hidup di daerah mediterania – ternyata tidak berhubungan dengan penyakit jantung koroner dan kematian yang diakibatkan penyakit jantung tersebut.
Terkait fakta tersebut, semua orang yang senang makan gorengan mungkin lantas bergembira. Namun, ada baiknya Anda jangan senang dahulu. Pasalnya, penelitian tersebut juga memiliki keterbatasan dengan menyatakan bahwa faktor risiko penyakit jantung – seperti diabetes, kolesterol tinggi, dan tekanan darah tinggi – tidak dapat disingkirkan seluruhnya.
Di samping itu, penelitian tersebut juga menyebutkan bahwa metode dan cara menggoreng juga mungkin turut mempengaruhi. Terlebih, masa pengamatan penelitian tersebut juga hanya 11 tahun. Artinya, kita kita tidak tahu apa yang akan terjadi setelah 11 tahun, seperti yang disebutkan dalam penelitian – misalnya pada orang yang berusia 35-40 tahun sudah menginjak usia 55 tahun ke atas, apakah ia akan tetap terbebas dari penyakit jantung/faktor risiko penyakit jantung atau tidak. Perlu Anda ketahui, usia di atas 55 tahun bagi laki-laki dan perempuan merupakan kisaran “usia rawan” untuk menderita penyakit jantung koroner.
Namun demikian, tips menggoreng berikut dapat Anda lakukan apabila Anda hanya ingin sekedar memanjakan lidah Anda:
  1. Ingatlah selalu bahaya kesehatan dari makanan yang digoreng sebelum Anda mulai untuk menggoreng makanan yang hendak Anda makan.
  2. Gunakan olive oil atau minyak biji bunga matahari, hindari minyak sawit, margarin atau butter.
  3. Bila menggunakan olive oil/minyak zaitun, panaskan minyak tersebut secukupnya saja.
  4. Usahakan untuk menggunakan minyak sedikit mungkin, atau gunakan spray pada penggorengan agar minyak yang digunakan untuk menggoreng tidak terlalu banyak.
  5. Gunakan minyak yang baru, hindari menggoreng berulang kali dengan minyak yang sama (minyak jelantah)
Dan perlu Anda ingat, usahakan untuk mengonsumsi makanan yang digoreng ini sejarang mungkin. Pasalnya, makanan yang digoreng tidak dianjurkan sebagai menu utama asupan sehari-hari. Selain itu, ingatlah juga bahwa makanan yang digoreng – walaupun dengan cara di atas sekalipun – tidak dianjurkan untuk menggantikan menu makanan sehat sebagai menu asupan sehari-hari Anda.
Sumber : klikdokter.com

Berkomentarlah yang sopan tanpa mengandung SARA, pornografi, perjudian atau hal kriminal lainnya, komentar spam tidak akan di publikasikan.terima kasih